Makalah Tentang Katering

  1. Biografi
    Untitled-1
    Joko Wahyono,  pria yang lahir 51 tahun yang lalu di Surakarta tepatnya pada 21 Januari 1961. Beliau menyelesaikaan program Sarjana dalam bidang Pendidikan Luar Biasa pada tahun 1983. Saat ini beliau sebagai Pegawai Negeri Sipil di SMK Negeri 7 Surakarta yang bertanggung jawab untuk mengampu mata pelajaran Kewirausahaan.
    Sejak lulus pendidikan sarjananya itulah beliau mulai merintis karier berwirausaha dengan berdagang es lilin yang dipasarkan hanya sekitar tempat tinggalnya. Sejak kecil beliau sudah akrab dengan berwirausaha karena sang ibu juga merupakan pedagang makanan di kantin Rumah Sakit Yarsis. Pada tahun 1987 ibu dari beliau pensiun dari pekerjaannya. Mulai saat itu beliau, Pak Joko memiliki ide untuk membuka usaha catering.
  2. Be Active
    Pada mulanya usaha catering ini hanya dikerjakan oleh beliau seorang dan sang ibu dan hanya melayani partai kecil seperti untuk arisan warga. Dan dengan produk awalnya berupa snack. Dengan slogan hidupnya “Be active” beliau telah berhasil mengembangkan usahanya dengan cukup pesat, yang dulu hanya melayani partai kecil sekarang catering yang beliau dirikan dapat melayani partai besar dengan jumlah 3-5 event dalam satu hari. Baik untuk acara resepsi pernikahan, pelantikan pejabat, rapat – rapat besar. Beliau pun juga telah mengembangkan target pasarnya hingga ke luar eks-Karisidenan Suarakarta, client yang paling jauh yang pernah beliau tangani adalah daerah Pacitan, Jawa Timur.
  3. CV. Sido Mulyo
    Seiring berkembangnya usaha yang beliau dirikan, baik dari jumlah pesanan maupun jumlah karyawan, beliau mendaftarkan usahanya agar dapat berbadan hukum berupa CV SIDO MULYO dengan nomor NPWP 02.782.2477-532.000. Pada Awal berdirinya beliau memiliki sekitar 5 karyawan dan sekarang ini setidaknya beliau memiliki 20 karyawan tetap dan sekitar 50 karyawan part time. Dengan terdaftarnya usaha yang dimiliki beliau maka semua produk yang dihasilkan pun juga di tes secara resmi oleh Dinas Kesehatan baik dari faktor kebersihan, maupun mutu makanan. Omzet yang beliau dapatkan rata-rata perbulannya mencapai 10 juta rupiah.
  4. Gethok Tular
    Dibalik pesatnya perkembangan usaha yang beliau dirikan, beliau hanya menggunakan marketing yang tradisional yakni marketing dari mulut ke mulut atau beliau menyebutnya “Gethok Tular”, ditengah maraknya cara marketing modern yang sedang trend. Marketing dari mulut ke mulut lebih handal dalam memperluas target pasar menurut pendapat beliau. Itu sebabnya beliau selalu mengutamakan kepuasan pelanggan dalam melayani.  Selain itu beliau juga sering berkerja sama dengan usaha lain dalam mengembangkan usahanya. Suksesnya usaha yang dikelola, tak membuat beliau cepat puas oleh pencapain yang didapatkannya sekarang ini. Beliau masih memiliki mimpi – mimpi dan harapan besar untuk ke depannya untuk terus mengembangkan usahanya sekarang. Salah satu mimpinya adalah bisa memiliki gedung pertemuan yang dapat menampung hajatan besar.
  5. Sejarah usaha
    Sebelum menjadi CV sekarang ini, catering ini dulunya catering hanya pekerjaan sampingan, setelah hanya  ketika Bapak masih menjadi satu dari jutaan orang di Indonesia yang menganggur, pada saat itu Ibu dari Pak joko tersebut memegang dapur pada Rumah Sakit Islam Yarsis Surakarta. Dan ibu pun hanya menjalani pesanan dari rumah, dari tetangga satu RT, arisan, dll. Kemudian berkembang lagi dan pada saat itu pun juga Ibu dari pak joko ini Pensiun dari RS Yarsis, sehingga peluang untuk mendirikan sebuah usaha catering ini pun semakin besar, ditambah dengan dorongan dorongan dari pelanggan di RS Yarsis dahulu, juga para tetangga selain itu juga banyak instansi instansi pemerintahan , mereka ingin agar setiap mereka membelanjakan uang itu agar dapat masuk kembali ke uang Negara dengan pajak, dan saat itu usaha ini masih berkepemilikan perseorangan padahal seorang pegawai negeri tidak boleh menghendel usaha perseorangan maka di bentuklah CV. Sido Mulyo. Yang terdiri dari para crew dan anggota keluarga bapak joko itu sendiri. Pada mulanya pun usaha ini hanya memenuhi pesanan pesanan dari tetangga, mulai dari arisan rt, pengajian, serta partai partai kecil lainya. Seiring dengan berjalannya waktu dengan keuletan dan kerja keras, lama kelamaan usaha ini pun mulai berkembang, tadinya yang hanya bisa memenuhi pesanan dari partai kecil. Sekarang, sudah dapat memenhuhi pesanan dari partai besar. Misalnya; Resepsi pernikahan, pengajian akbar, seminar dll. Sekarang pun bisa memenuhi pesanan dari 4 event sekaligus dalam waktu jam dan hari yang sama. Pak Joko pun menyadari apa yang di usahakannya tak luput dari kerja keras, akan tetapi dengan kemauan dan doa, semua itu dapat terwujud. Karena, tidak ada yang tidak mungkin  jika kita berusaha untuk mewujudkannya.
  6. Cerita sukses
    Beliau belum merasa sukses, karena beliau merasa bahwa kita tidak boleh merasa cepat puas. Akan tetapi kesuksesan yang di rasakan beliau adalah kalau waktu dulu mungkin hanya bisa melayani order yang mungkin bersifat kecil, sekarang bisa melayani partai partai besar, sekarang pun bisa melayani sampai 3 even dalam jam waktu dan hari yang sama. Misalnya pernikahan, seminar, ulang tahun perusaan dll. Belum merasa sukses disini bukan berarti tidak mensyukuri dengan apa yang telah di dapat sekarang. Akan tetapi, lebih ke tidak cepat berpuas diri. Jika kita cepat berpuas diri dengan apa yang kita dapat sekarang akan memungkinkan kita untuk terlena dalam menjalankan usaha, sehingga usaha yang telah kita bangun susah payah dapat terancan kelangsungannya karena kita sendiri yang cepat berpuas diri. Selain itu kita harus bisa bersyukur. Sukses dapat juga di artikan sebagai kita dikatakan sukses, jika kita itu mau mensyukuri apa yang telah kita dapat. Walaupun kita sudah mendapatkan banyak materi tetapi kita tidak bersyukur maka sama saja kita masih menginginkan lagi lagi dan lagi sebuah materi. Itu membuat kita tidak fokus pada tujuan awal kita.
  7. Kiat kiat mencapai suksesDalam konteks usaha yang dijalani beliau yaitu catering kiat kiat suksesnya adalah:
    1. Harus bisa menciptakan kepuasan pelanggan
      Teori pelanggan adalah raja, sangat berlaku disini. Berhasil atau tidaknya sebuah acara adalah ketika pelanggan dapat terpuaskan dalam pelayanannya. Selain itu, kita juga harus mengerti apa yang diinginkan pelanggan, agar pelanggan pun merasa kalau memang usaha yang kita jalani memiliki kualitas.
    2. Memberikan kualitas tanpa terpengaruh kuantitas.
      Memang dalam menjalankan usaha tak terlepas dari harga. Akan tetapi kita tidak boleh mengesampingkan kualitas dari produk tersebut. Walaupun pelanggan memilih harga yang terjangkau, kita tidak boleh lantas memberikan kualitas semau kita sendiri. Kita pun professional dalam menjalankan usaha. Sehingga pelanggan pun tidak merasa dibeda-bedakan dalam masalah kualitas makanan. Sehingga dapat terjalin kerjasama yang baik antara kita dengan pelanggan dan supaya dapat terjalin kerjasama kerjasama lain berikutnya. Pernah suatu ketika catering beliau mendapat order dari bupati klaten, dan seluruh makanan di coba dan diteliti dan hasilnya pun lolos tidak ada kritik sedikit pun. Hal ini membuktikan bahwa beliau memang memberikan kualitas pada makanannya tanpa terpengaruh harga dari makanan tersebut.
    3. Tepat dalam penyajian/ disiplin waktu
      Disiplin waktu disini mempunyai maksud, bahwa kita harus disiplin, kapan harus memasak, kapan harus mengemasi, kapan kita harus menghidangkan makanan. Sehingga pelanggan pun merasa puas oleh pelayanan yang kita berikan.
    4. Memberikan pelayanan terbaik
      Dalam menjalankan usaha kita wajib memberikan pelayanan terbaik kita bagi pelanggan. Sehingga mereka dapat terpuaskan dan mereka pun mau untuk memakai usaha kita dan tercipta lagi kerjasama kerjasama lain di kemudian hari.
  8. Dalam mengelola kegagalan
    >Menganggap sesuatu kegagalan bukanlah sebuah kegagalan.
    Akan tetapi anggap kegagalan itu sebagai sebuah momen untuk belajar. Sehingga tidak menyesali dan kemudian mengabaikan hal tersebut. Tetapi lebih memilih untuk memperbaiki kekurangan tersebut agar tidak terjadi lagi kegagalan kegagalan berikutnya.
    >Tidak berkecil hati
    Dalam menjalankan usaha pasti akan banyak kritik yang mengalir ke dalam telinga kita. Kita pun harus berusaha untuk tidak berkecil hati lantas menganggap itu sebagai angin lalu, tetapi kita harus mengevaluasi. Apakah yang dikatakan pelanggan tersebut benar atau tidak. Sehingga, pelanggan pun merasa diperhatikan. Sehingga dapat tercipta hubungan yang baik antara kita dengan pelanggan.
    >Pantang menyerah
    Sebagai wirausahawan kita harus pantang menyerah. Agar masalah sebesar apapun tidak dapat menggoyahkan semangat kita. Kita harus percaya bahwa setiap usaha itu tidak akan selalu mulus, tetapi banyak kendala yang harus di hadapi. Kita pun harus  siap dalam menghadapi itu semua.
  9. Nasehat bagi kami agar bisa sukses
    >Konsekuen
    Konsekuen dengan apa yang menjadi tugas kita. Jika kita punya sebuah tanggung jawab harus kita lakukan dengan sepenuh hati. Tidak menunda nunda pekerjaan. Sehingga orang pun akan percaya pada kita. Jika orang sudah percaya pada kita, orang lain pun juga akan bisa menuruti apa pun yang kita inginkan, tentunya dalam masalah pekerjaan dan dengan syarat kita pun tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan orang lain kepada kita.
    >Fokus
    Dalam menjalankan usaha kita harus fokus menjalankan usaha tersebut dan mencurahkan semua semangat yang kita punya pada usaha tersebut. Jangan sampai kita terpecah perhatiannya dan mengakibatkan usaha yang kita jalani menjadi kacau. Agar kita tetap fokus, di perlukan dukungan dari keluarga, teman, maupun relasi, agar jika suatu saat perhatian kita terpecah oleh suatu masalah maka orang orang tersebut dapat membantu kita menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga masalah tersebut tidak dapat berpengaruh terhadap kelangsungan usaha yang kita jalankan.
  10. KESIMPULAN

Dari rangkuman diatas kami menyimpulkan bahwa sesuatu yang di jalankan dengan sepenuh hati maka hasilnya pun akan memuaskan. Selain itu keuletan dan kerja keras serta pantang menyerah adalah hal wajib yang harus ada pada diri kita dalam menjalankan usaha. Kita pun juga harus mempunyai rencana selanjutnya agar bisnis kita dapat berkembang lagi.

Dalam menjalankan usaha pun pasti ada yang namanya kegagalan. Tergantung bagaimana cara kita memaknai kegagalan tersebut, apakah kita akan menganggap itu akhir segalanya atau menganggap itu sebagai momen belajar dan waktu yang tepat untuk mengevaluasi semua yang telah kita lakukan, agar tidak timbul kegagalan kegagalan berikutnya.
Tidak berkecil hati dan menyerah juga merupakan syarat wajib yang harus ada pada diri kita sehingga masalah apapun dapat kita hadapi dengan baik.
Sikap konsekuen pun akan sangat mendukung kita dalam mengembangkan usaha yang kita rintis. Jika kita mau konsekuen kita akan dapat mendapatkan kepercayaan dari pelanggan. Dengan itu, kita dapat mengembangkan usaha kita dengan baik. Karena akan semakin banyak lagi pelanggan yang akan datang kepada kita.

Demikianlah simpulan yang dapat kami ambil dari materi diatas, semoga dapat memberikan ilmu dan inspirasi bagi semua. Amin

View the pdf file here.

Posted on 5 Mei 2013, in Tugas Kuliah and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: